Rabu, 31 Mei 2017

Praktikum 9: Kompilasi Program LINUX

LAPORAN ORGANISASI KOMPUTER DAN SISTEM OPERASI
KOMPILASI PROGRAM LINUX



Disusun Oleh Kelompok G : 
Dwiky Semuel
NIM: 064001600018

Muhammad Iqbal
NIM: 064001600005

Niko Putra
NIM: 065001600008

Yusuf Alvino Riondi     
NIM: 064001600014




Teknik Informatika
Fakultas Teknologi Industri
Universitas Trisakti
Jakarta – Indonesia
2017
TEORI SINGKAT
   Baris-baris program dimasukkan dengan menggunakan suatu editor pada LINUX yang disebut vi editor sebelum melakukan kompilasi. Vi editor mempunyai tiga modus operasi yaitu modus command, modus teks/input, dan modus baris akhir. Modus command yang digunakan utuk memasukkan perintah dan melakukan operasi tertentu dalam editing. Sementara modus teks/input merupakan modus yang digunakan untuk menuliskan dokumen atau data. Dan yang terakhir, modus baris fungsi untuk melakukanbeberapa operasi sekaligus.
LAB SETUP
   Untuk dapat menjalankan praktikum minimal kita harus disiapkan peralatan sebagai berikut:
   - Komputer / Laptop dengan OS LINUX
   - Program Terminal
ELEMEN KOMPETISI I
Deskripsi :
Membuat source code bahasa C pada LINUX.
Kompetisi Dasar :
   1. Memahami kompetensi editor vi
   2. Memahasi tahap-tahap kompilasi
   3. Memahami cara memeriksa suatu program berbasis bahasa assembly.


Membuka Terminal pada LINUX.
Ketik vi hello.c lalu tekan enter
Ketik souce code yang ingin ditulis. Tekan insert untuk memasukkan huruf. Tekan Del bila ingin menghapusnya, ketik :wq untuk kembali.
Selanjutnya ketik gcc hello.c -o hello untuk peng-compile-an lebih lanjut. Lalu tekan enter. 
Setelah itu, klik ./hello sampai muncul output seperti berikut. Dan outputnya seperti dibawah ini.
Lalu coba lagi dengan file lain, misalnya buatlah aku.c dengan mengklik vi aku.c, lalu tekan enter.
Ketik souce code yang ingin ditulis. Tekan insert untuk memasukkan huruf. Tekan Del bila ingin menghapusnya, ketik :wq untuk kembali.

Selnjutnya ketik gcc aku.c -o aku untuk peng-compile-an lebih lanjut. Lalu tekan enter.

Setelah itu, klik ./aku sampai muncul output seperti berikut.

Untuk Melihat video praktikum 9, Klik disini

Kamis, 11 Mei 2017

Tugas Bonus Orkom & SO

 

Disusun Oleh :

 
Nama : Dwiky Semuel
Nim : 064001600018

Teknik Informatika
Fakultas Teknologi Industri
Universitas Trisakti
Jakarta – Indonesia
2017




1.Membuat Deret Bilangan Prima dari 1 - 100.

a. Source Code.

b. Hasil Output.



2. Calculator.

a. Source Code.


b. Hasil Output.

3. Program membaca dan menulis file yang berupa file text.

a. Source Code.




b. Hasil Output.



Kamis, 04 Mei 2017

Praktikum 8 : Routing Dinamis

LAPORAN PRAKTIKUM JARINGAN KOMPUTER
ROUTING DINAMIS



Disusun Oleh Kelompok I :



Dwiky Semuel
NIM: 064001600018

Muhammad Iqbal
NIM: 064001600005

Niko Putra
NIM: 065001600008

Yusuf Alvino Riondi     
NIM: 064001600014


Teknik Informatika
Fakultas Teknologi Industri
Universitas Trisakti
Jakarta – Indonesia
2017

I. Tujuan Praktikum
Laporan ini dibuat untuk menyelesaikan praktikum delapan matakuliah Jaringan Komputer. Selain itu, hal ini juga beguna sebagai panduan umum dalam membuktikan percobaan Routing Dinamis


II. Teori PercobaanS
Dynamic routing adalah sebuah router yang  memiliki dan membuat tabel routing secara otomatis. Dengan menggunakan lalu lintas jaringan dan juga saling berhubungan antara router lainnya . Protokol Routing mengatur router-router sehingga dapat berkomunikasi satu dengan lain dan saling memberikan informasi antara satu router dengan router lainnya dan juga saling memberikan informasi routing yang dapat mengubah isi forwarding table, Tergantung keadaan jaringannya . Dengan cara ini , router router mengetahui keadaan jaringan yang terakhir dan mampu meneruskan data kearah yang benar.

Dengan kata lain ,routing dinamik adalah proses pengisian data routing di table routing secara otomatis
.
ciri ciri dynamic routing tersebut adalah 
1. Router berbagi informasi routing secara otomatis 
2. Jumlah gateway sangat banyak .
3. Routing tabel dibuat secara dinamik.
4.  Membutuhkan protokol routing (contohnya RIP ,OSPF, dll ).
Dynamic router mempelajari sendiri Rute yang terbaik yang akan ditempuhnya untuk meneruskan paket dari sebuah network ke network lainnya. Administrator tidak menentukan rute yang harus ditempuh oleh paket-paket tersebut. Administrator hanya menentukan bagaimana cara router mempelajari paket, dan kemudian router mempelajarinya sendiri. Rute pada dynamic routing berubah, sesuai dengan pelajaran yang didapatkan oleh router.
Apabila jaringan memiliki lebih dari satu kemungkinan rute untuk tujuan yang sama maka perlu digunakan dynamic routing. Sebuah  dynamic routing dibangun berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh protokol routing. Protokol ini didesain untuk mendistribusikan informasi yang secara dinamis mengikuti perubahan kondisi jaringan. Protokol routing mengatasi situasi routing yang kompleks secara cepat dan akurat. Protokol routng didesain tidak hanya untuk mengubah ke rute  backup  bila rute utama tidak berhasil, namun juga didesain untuk menentukan rute mana yang terbaik untuk mencapai tujuan tersebut.


III. Langkah - Langkah Percobaan
1. Buat topologi seperti ini
Catatan : 

Router0, Router1dan Router2. PC terhubung fastethernet0/0 ke PC1, PC2, PC3
Router0 dan Router1 = Serial 2/0
Router1 dan Router2 = Serial 3/0

2. Atur Fastethernet0/0 dari Router0 - Router2 ke PC0 - PC2 melalui CLI
 a) Router0 : Fastethernet 0/0 :
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int f0/0
Router(config-if)#ip add 192.1.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex

 b) Router1 : Fastethernet 0/0 :
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int f0/0
Router(config-if)#ip add 193.1.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex

 c) Router2 : Fastethernet 0/0 :
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int f0/0
Router(config-if)#ip add 194.1.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex

3. Atur Serial 2/0 pada CLI Router0 dan Router1 
 a) Router0 : Serial 2/0 :
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int s2/0
Router(config-if)#ip add 10.1.1.1 255.0.0.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex
 b) Router1 : Serial 2/0
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int s2/0
Router(config-if)#ip add 10.1.1.2 255.0.0.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex

4) Atur Serial 3/0 pada CLI Router1 dan Router2
  a) Router1 : Serial 3/0
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int s3/0
Router(config-if)#ip add 11.1.1.1 255.0.0.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex

  b) Router2 : Serial 3/0
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int s3/0
Router(config-if)#ip add 11.1.1.2 255.0.0.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex

5. Setting IP dan Gateway pada setiap PC
  a) PC0
   b) PC1
   c) PC2

6. Setting IP Router pada setiap Router
  a) Setting IP Route0 :


Router>en

Router#conf t

Router(config)#router rip

Router(config-router)#network 192.1.1.0
Router(config-router)#network 10.1.1.0

  b) Setting IP Route1 :

Router>en
Router(config)#router rip
Router(config-router)#network 10.1.1.0
Router(config-router)#network 193.1.1.0
Router(config-router)#network 11.1.1.0
   c) Setting IP Route2 :
Router>en
Router#conf t
Router(config)#router rip
Router(config-router)#network 194.1.1.0
Router(config-router)#network 11.1.1.0

7. Atur koneksinya karena koreksi antara Router1 dan Router2 masih merah


8. Lakukan Ping



      IV. KESIMPULAN

        Dynamic routing adalah sebuah router yang  memiliki dan membuat tabel routing secara otomatis. Dengan menggunakan lalu lintas jaringan dan juga saling berhubungan antara router lainnya.
ciri ciri dynamic routing tersebut adalah 
  1. Router berbagi informasi routing secara otomatis 
  2. Jumlah gateway sangat banyak .
  3. Routing tabel dibuat secara dinamik.
  4. Membutuhkan protokol routing (contohnya RIP ,OSPF, dll ).
Dengan dilakukannya praktikum jaringan Router Dinamis, kita dapat mengetahui dan memahami konfigurasi dan panduan umum untuk membuat jaringan Router Dinamis dalam Cisco Packet Tracer. Hal tersebut sangat bermanfaat bagi kita yang ingin mencoba membuat Router Dinamis.
III. Langkah - Langkah Percobaan
1. Buat topologi seperti ini
Catatan : 
Router0, Router1dan Router2. PC terhubung fastethernet0/0 ke PC1, PC2, PC3
Router0 dan Router1 = Serial 2/0
Router1 dan Router2 = Serial 3/0

2. Atur Fastethernet0/0 dari Router0 - Router2 ke PC0 - PC2 melalui CLI
 a) Router0 : Fastethernet 0/0 :
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int f0/0
Router(config-if)#ip add 192.1.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex

 b) Router1 : Fastethernet 0/0 :
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int f0/0
Router(config-if)#ip add 193.1.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex

 c) Router2 : Fastethernet 0/0 :
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int f0/0
Router(config-if)#ip add 194.1.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex

3. Atur Serial 2/0 pada CLI Router0 dan Router1 
 a) Router0 : Serial 2/0 :
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int s2/0
Router(config-if)#ip add 10.1.1.1 255.0.0.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex
 b) Router1 : Serial 2/0
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int s2/0
Router(config-if)#ip add 10.1.1.2 255.0.0.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex

4) Atur Serial 3/0 pada CLI Router1 dan Router2
  a) Router1 : Serial 3/0
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int s3/0
Router(config-if)#ip add 11.1.1.1 255.0.0.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex

  b) Router2 : Serial 3/0
Router#en
Router#conf t
Router(config)#int s3/0
Router(config-if)#ip add 11.1.1.2 255.0.0.0
Router(config-if)#no shut
Router(config-if)#ex

5. Setting IP dan Gateway pada setiap PC
  a) PC0
   b) PC1
   c) PC2

6. Setting IP Router pada setiap Router
  a) Setting IP Route0 :


Router>en

Router#conf t

Router(config)#router rip

Router(config-router)#network 192.1.1.0

Router(config-router)#network 10.1.1.0

  b) Setting IP Route1 :

Router>en
Router(config)#router rip
Router(config-router)#network 10.1.1.0
Router(config-router)#network 193.1.1.0
Router(config-router)#network 11.1.1.0
   c) Setting IP Route2 :
Router>en
Router#conf t
Router(config)#router rip
Router(config-router)#network 194.1.1.0
Router(config-router)#network 11.1.1.0

7. Atur koneksinya karena koreksi antara Router1 dan Router2 masih merah


8. Lakukan Ping



      IV. KESIMPULAN
      Dynamic routing adalah sebuah router yang  memiliki dan membuat tabel routing secara otomatis. Dengan menggunakan lalu lintas jaringan dan juga saling berhubungan antara router lainnya.
Ciri-ciri dynamic routing tersebut adalah 
  1. Router berbagi informasi routing secara otomatis 
  2. Jumlah gateway sangat banyak .
  3. Routing tabel dibuat secara dinamik.
  4. Membutuhkan protokol routing (contohnya RIP ,OSPF, dll ).
Dengan dilakukannya praktikum jaringan Router Dinamis, kita dapat mengetahui dan memahami konfigurasi dan panduan umum untuk membuat jaringan Router Dinamis dalam Cisco Packet Tracer. Hal tersebut sangat bermanfaat bagi kita yang ingin mencoba membuat Router Dinamis.
 
 
  Untuk Melihat Video Praktikum 8, Klik Disini